Renungan – MULAT SARIRA

Keheningan pagi ini seolah membisikkan sesuatu, menyadarkan dari lamunan untuk bangkit berdiri dan mulai melangkah ke depan. Sibuk mencari sebab dari sebuah akibat yang sudah terjadi dan kemudian menyalahkan masa lalu dan semua yang terlibat di dalamnya, bukanlah sebuah tindakan yang bijaksana.

Ada baiknya kita mulai MULAT SARIRA untuk menemukan Jati Diri dan mengenal Diri Sendiri. Hal ini sering kita lupakan, sehingga kita tidak menemukan JATI DIRI dan tidak MENGENAL SIAPA DIRI KITA. Sama seperti memegang resep medis dari seorang dokter ahli, tapi kita tidak mengambil obatnya, apalagi meminumnya. Ini menyebabkan kondisi yang semakin memprihatinkan.

Mengenali diri sendiri terlebih dahulu sebelum mengenali orang lain, karena ketika kita mengenali diri kita, kita akan senantiasa melihat kelebihan dan kekurangan, yang justru merupakan langkah awal bagi kita untuk berbenah. Seperti filosofi daun yang gugur karena angin, bukan karena angin yang sepoi-sepoi ataupun kencang, tetapi karena daun hanyalah daun, yang ketika waktunya nanti akan gugur dan kembali pada ibu pertiwi.

MULAT SARIRA, sebuah istilah yang sering dipakai oleh masyarakat Bali, yang artinya kurang lebih sebuah ajakan bagi seluruh umat manusia, terlepas dari perbedaan latar belakang agama, status sosial, ras, ideologi politik dan ekonomi untuk “kembali ke akarnya dan menemukan dirimu”. Banyak orang lebih mudah melihat kesalahan orang lain dibandingkan melihat lebih dalam dirinya sendiri. Ketika hal ini kita sadari, banyak sekali rasanya kita melewatkan setiap detik yang berharga untuk sebuah introspeksi diri.

Bahwa bagian terpenting dari hidup ini adalah menemukan jalan untuk menuju kepada tujuan yang sudah ditetapkan, bukan lagi melihat ke belakang karena hanya akan menguras energi untuk sesuatu yang sia-sia.

Dipublikasi di Cerita Motivasi, pura di bali, Renungan, Uncategorized, wisata spiritual di bali | Meninggalkan komentar

Tujuh Hari Menjelajah Korea – Jeju Island

Korea Selatan merupakan salah satu negara di Asia yang tingkat kemajuan ekonominya begitu pesat, bahkan Korea Selatan sudah bisa disejajarkan dengan negara-negara maju Asia seperti Jepang dan China.

Korea_19 Korea_22

Salah satu yang menjadi daya tarik Korea Selatan adalah film drama Korea yang sering diputar di stasiun televisi Indonesia. Oleh karenanya Korea Selatan selalu menjadi inspirasi bagi sebagian besar anak muda Indonesia untuk dikunjungi. Disamping Drama Korea yang begitu populer, Korea Selatan juga memilki banyak sekali tempat wisata menarrik yang wajib dikunjungi saat sedang berada di Korea Selatan atau sedang merencanakan perjalanan wisata ke Korea Selatan.

Korea_21 Korea_20

Pulau Jeju atau Jeju Island merupakan salah satu tempat yang harus dikunjungi. Sebegai sebuah propinsi yang telah dijadikan sebagai salah Warisan Budaya Dunia, Pulau Jeju menyimpan sejuta pesona keindahan. Banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi diantaranya:  Seongsan Ilchulbong yang sering disebut sebagai Puncak Matahari Terbit, Gua Manjanggul, Jeju Traditional Village, Teddy Bear Musium, Jeju Love Land, Hello Kitty dan lainnya.

Korea_16 Korea_15

Selain mengunjungi Pulau Jeju atau Jeju Island, masih ada banyak tempat wisata menarik yang wajib dikunjungi, seperti Mount Sorak. Mount Sorak merupakan sebuah penggunungan yang dikelalo sebagai tempat wisata secara profesional. Untuk menuju ke puncak Mount Sorak kita tidak perlu capek berjalan kaki berjam-jam karena telah disediakan kereta gantung (Cable Car)untuk menuju ke puncak Mount Sorak. Setelah melewati kereta gantung, kita bisa berjalan kaki sekitar 3o menit untuk melihat pemandangan dari puncak Gunung.  Pada musim dingin, kita bisa melihat, merasakan dan menyentuh salju yang merupakan hal yang langka atau bahkan tidak kita temui di Indonesia. Untuk mencapai puncak Mount Sorak, telah disedikan jalan yang tertata sangat rapi dan bersih sehingga kenyamanan berwisata ke Mount Sorak ini sangat terasa.

Korea_13 Korea_12

Setelah turun dari Mount Sorak, kita bisa mengunjungi Patung Buda terbesar di Korea Selatan yang disebut Golden Bronze Buddha Statue. Patung Buddha ini berdiri dengan megah menghadap ke Mount Sorak.

Korea_11 Korea_14

Tempat wisata lainnya yang tidak kalah menariknya adalah Nami Island atau disebut sebagai Naminara Republic. Pulau yang pernah djadikan sebagai tempat syutingnya film drama Korea Winter Sonata ini mulai banyak dikunjungi oleh wisatawan semenjak populernya film drama Korea Winter Sonata tersebut. Di pulau ini udara cukup bersih karena terbebas dari polusi kendaraan bermotor. Kalau Jeju Island diidentikkan dengan Pulau Bali, maka Nami Island ini seperti Gili Island di Lombok dimana tidak ada kendaraan bermotor yang boleh masuk ke Pulau ini. Untuk mengunjungi Nami Island satu-satunya alat transportasi yang digunakan adalah kapal feri. Kapal feri ini menyeberang dari daratan Korea Selatan ke Nami Island setiap 1 jam sekali.

Korea_18 Korea_17

Istana raja Korea atau yang disebut Gyeongbok Palace juga wajib dikunjungi. Walaupun kita tidak diijinkan masuk ke dalam istana tetapi bisa melihat kemegahannya dari luar serasa sudah sangat luar biasa. Selanjutnya kita juga bisa mengunjungi National Folklore Museum dan melewati Istana Presiden yang disebut Presidential Bule House.

Korea_05 Korea_04

Bagi anda pecinta makanan Korea, kita juga bisa mengikuti training singkat membuat Kimchi yang sangat terkenal di Korea mauapuan di indonesia. Kita akan diajari cara membuat Kimchi dari pemilihan bahan baku sampai memasaknya dan siap untuk disajikan. Setelah mencoba membuat masakan Korea, kita juga bisa mencoba pakaian Tradisional Korea yang disebut Hanbok. Kita bisa mengabadikannya dengan memilih salah satu jenis pakaian tradisional Korea sehingga kita bisa merasakan sebagai orang Korea walau hanya sesaat.

Korea_10 Korea_09

Bagi pencita kegiatan outbound bisa mengunjungi Everland Resort. Ini merupakan Theme Park terbesar di Korea Selatan. Karena areanya cukup luas mungkin anda perlu mengalokasikan waktu sehari penuh untuk mengunjungi tempat ini agar bisa mencoba menikamtai aneka permainan dan aktivitas yang disediakan di dalamnya.

Kalau di Bali kita bisa melihat atau menonton aneka pertunjukan tradisioanl, sementara kalau kita berwisata ke Korea kita juga bisa menonton sebuah pertunjukan yang sangat atraktif yang yang di Nanta Show. Pertunjukan ini dipentaskan pada malam hari selama kurang lebih 1,5 jam.

Korea_08 Korea_03

Satu tempat yang tidak boleh dilewatkan saat berwisata ke Korea adalah mengunjungi N Seoul Tower. Dari ketinggian N Seoul Tower ini kita bisa menyaksikan keindahan kota Seoul, akan lebih bagus lagi kalau kita datang pada sore hari karena bisa melihat gemerlap kota Seoul dengan hiasan lampu-lampu di seluruh sudut Kota. Tetapi yang lebih penting lagi khususnya bagi anak-anak muda atau pasangan muda adalah membeli Gembok Cinta. Gembok Cinta di N Seoul Tower diyakini akan melanggengkan hubungan kasih sayang dengan pasangan anda. Jadi, kalau mau cinta anda kekal abadi bersama psangan anda, kunjungilah N Seoul Tower dan tuliskanlah nama anda di Gembok Cinta dan gantungkan di Puncak N Seoul Tower.

Korea_07 Korea_06

Selanjutnya bagi anda pecinta Shopping, banyak tempat yang menyediakan berbagai macam pilihan sebagai tempat belanja anda. Ada Cosmetic Shop yang menyediakan barang-barang lokal buatan Korea, DFS yang mnyediakan barang-barang bermerk international. Atau bagi anda yang ingin memebeli Ginseng Korea juga ada toko khusus penjual Ginseng asli Korea. Sedangkan bagi anda yang ingin membeli oleh-oleh untuk di bawa pulang ke Indonesia, datanglah ke Dongdaemun Fashion Market. Di Dongdaemun Fashion Market anda tidak perlu khawatir tidak bisa menawar dalam bahasa Korea karena beberapa pedagang di sini fasih berbahasa Indonesia. Atau anda juga bisa berbelanja di Myeongdong Shopping Street.

Dipublikasi di Liburan Musim Dingin, wisata asia, Wisata Budaya | Tag , , | Meninggalkan komentar

Napak Tilas – Melacak Jejak Perjalanan Para Pahlawan Kusuma Bangsa

Hari ini 15 Agustus 2015, tepat 26 tahun yang lalu, saat kami rombongan pecinta alam dari Smansaka ikut berpartisipasi dalam acara Napak Tilas melacak Jejak Perjalanan Pahlawan I Gusti Ngurah Rai dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-44.

Napak Tilas 01 Napak Tilas 06

Para peserta Napak Tilas berkumpul di depan kantor Bupati Karangasem tepatnya di Lapangan Tanah Aron untuk berangkat secara bersama-sama menuju Tugu Tonggak Perjuangan  Dusun Pemuteran Desa Pempatan Kecamatan Rendang. yang merupakan wilayah paling barat Kabupaten Karangasem.

Rute Napak Tilas dimulai dari Dusun Pemuteran menyusuri jalanan setapak yang merupakan jalan yang sempat dilalui oleh para pahlawan pada masa perjuangan. Setelah berjalan beberapa jam, rombongan kemudian melewati Pura Besakih dan selanjutnya menuju penginapan di sebuah SD di Desa Sebudi, Selat. Perjalanan panjang menyusuri sungai, lembah dan perbukitan terasa menguras keringat tetapi semangat untuk mengikuti jejak para pahlawan tetap berkobar dalam diri setiap peserta.

Napak Tilas 02 Napak Tilas 03

Sore hari sampailah kami di sebuah SD di Desa Sebudi. Udara dingin di malam hari tidak cukup kuat untuk mengusik tidur kami di malam pertama acara napak tilas perjalanan I Gusti Ngurah Rai. Keesokan harinya perjalanan dilanjutkan menuju Pura Laga yang merupakan tempat bermalam kedua sebelum melanjutkan perjalanan menuju Lapangan Tanah Aron Karangasem untuk mengikuti upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1989.

Napak Tilas 08 Napak Tilas 07

Menurut catatan sejarah, dalam masa perjuangan Karangasem, puluhan pejuang gugur dalam pertempuran Tanah Aron dengan pasukan Ciung Wanara yang kini diabadikan sebagai Nama Tugu Pahlawan Ciung Wanara Amlapura, serta gugurnya salah satu tokoh pejuang Anak Agung Made Candrabuana yang keharuman namanya diabadikan dengan nama Lapangan Candrabuana.

Napak Tilas 05

Perjalanan ekspedisi kearah Timur dari pasukan I Gusti Ngurah Rai yang dikenal dengan nama Ciung Wanara dalam berjuang menentang Belanda pasca mendaratnya Kapal-Kapal Belanda di Pantai Sanur, berpuncak dalam pertempuran di Bukit Tanah Aron hingga ke wilayah sekitarnya. Sejumlah pahlawan tak dikenal serta tokoh pahlawan Karangasem lainnya juga gugur, mengiringi kepergian Tokoh Pahlawan Nasional Kolonel I Gusti Ngurah Rai.

Napak Tilas 04

Tanggal 17 Agustus 1989 pagi hari sebelum upacara peringatan detik-detik proklamasi dilaksanakan, kami tiba kembali di lapangan Tanah Aron di depan Kantor Bupati Karangasem. Rasa senang, bangga dan bahagia bercampur jadi satu menggetarkan tubuh. Betapa tidak, perjalanan selama 3 hari 2 malam melacak Jejak Para Pahlawan Pejuang Kemerdekaan menyusuri hutan, lembah dan perbukitan berselimut dingin telah membuat rasa capek dan lelah, namun tidak sebanding dengan apa yang telah dilakukan oleh para pahlawan yang mengorbankan JIWA dan RAGAnya demi kemerdekaan Indonesia.

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA YANG KE 70.

“Jika mahluk paling kecil adalah semut, maka saya hanyalah seper seribunya atau bahkan jauh lebih kecil karena saya belum melakukan apa-apa untuk negeri ini”.

Dipublikasi di adventure tour, perjalanan wisata alam, petualangan sejarah | Tag , , | Meninggalkan komentar

Trekking ke Gunung Batukaru dan Singaraja Sightseeing

Tulisan ini untuk mendeskripsikan kembali perjalanan 25 tahun yang lalu, tepatnya di bulan Juni 1990. Perjalanan dimulai dari sebuah kota di ujung paling timur pulau Bali, yaitu dari kota Amlapura. Saat itu, kota Amlapura mungkin belum seramai saat ini dimana moda transportasi saat itu masih didominasi oleh angkutan umum seperti Bemo – untuk angkutan penumpang dalam kota, Isuzu (kami menyebutnya Isuzu sesuai merk kendaraannya) dan bus untuk angkutan penumpang antar kabupaten atau antar kota di Bali.

Mendaki Batukaru 12 Mendaki Batukaru 11

Kami berangkat di pagi hari dari kota Amlapura dengan naik kendaraan umum Isuzu menuju terminal Batu Bulan. Sejujurnya, beberapa dari kami baru pertama kali keluar kota Amlapura untuk pergi ke kota Denpasar. Ibarat katak yang baru dilepaskan dari tempurung, dunia terasa begitu luas dan walaupun ada sedikit rasa khawatir namun senda gurau sepanjang perjalanan menghapus rasa khawatir itu.

Mendaki Batukaru 09 Mendaki Batukaru 03

Dari terminal Batu Bulan, kami berganti kendaraan umum untuk menuju terminal Ubung, yaitu terminal yang menghubungkan antar kota dalam propinsi. Dari terminal Ubung, perjalanan dilanjutkan dengan kembali menumpang isuzu menuju ke terminal Kota Tabanan. Wow,,, cukup panjang perjalanan untuk menuju Gunung Batukaru, karena dari kota Tabanan kami mesti naik kendaraan umum lagi.

Mendaki Batukaru 06 Mendaki Batukaru 07

Sebelum melanjutkan perjalanan, di terminal Kota Tabanan kami menyempatkan diri untuk berkeliling sejenak sambil membeli beberapa makanan ringan (hehehe, agak keren bahasanya, “makanan ringan” – duit dari mana, paling juga waktu itu bisanya cuma beli ketela rebus atau kacang rebus). Tapi, justru disinilah dimulai serunya petualangan saat itu. Saat naik ke dalam bemo (angkot) kami sempat berkenalan dengan seorang gadis cantik nan ayu yang juga penumpang bemo dengan tujuan yang sama. Namanya Sarinah Ayu, lengkapnya Ni Nengah Sarinah Ayu. Konon, nama Sarinah Ayu diberikan oleh ayahnya karena terinspirasi oleh nama sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta.

Mendaki Batukaru 10 Mendaki Batukaru 05

Perjalanan panjang yang melelahkan naik angkutan umum dari kota Amlapura sampai di Kota Tabanan perlahan sirna saat mulai asyik berbincang dengan Sarinah Ayu, yang ternyata adalah siswa kelas 2 di salah satu SMA di Kota Tabanan. Setelah sempat ngetem sebentar di terminal Tuak Ilang, bemo yang kami tumpangi mulai melanjutkan perjalanan menuju desa Wongaya Gede, Penebel Tabanan. Sebelum sampai di terminal Wongaya, bemo berhenti untuk menurunkan Sarinah Ayu di depan rumahnya di desa Tengkudak, Penebel. Kamipun sempat berjanji untuk main ke rumahnya Sarinah Ayu.

Mendaki Batukaru 01 Mendaki Batukaru 18

Sekitar jam 17:00 sampailah kami di Desa Wongaya Gede tepatnya di rumah Pan Wirning yang masih merupakan kerabat dari Kardadi yang pada saat itu juga ikut dalam misi pendakian ke Gunung Batukaru. Kami disambut dengan ramah oleh Pan Wirning dan keluarga. Kami menginap di rumah Pan Wirning karena pendakian baru akan dimulai keesokan harinya.

Mendaki Batukaru 15 Mendaki Batukaru 08

Keesokan harinya, pukul 03:00 dini hari kami bersiap-siap untuk berangkat memulai pendakian ke Gunung Batukaru. Dengan ditemani oleh Pan Wirning, kami mulai mengayunkan langkah menyusuri jalanan menanjak menuju puncak Gunung tertinggi kedua di Bali. Sebelum memantapkan langkah menuju Puncak Gunung Batukaru, kami melakukan persembahyangan bersama di Pura Batukaru untuk memohon keselamatan dipimpin langsung oleh Pan Wirning yang sekaligus juga merupakan pemangku di Pura Batukaru.

Mendaki Batukaru 16 Mendaki Batukaru 17

Selanjutnya kami mulai menyeberangi sungai kecil dengan airnya yang bersih menyusuri jalanan menanjak yang dipenuhi oleh pepohonan tropis sepanjang kiri dan kanan jalan setapak. Setelah hampir 4 jam perjalanan, kami akhirnya sampai di puncak gunug setinggi 2.275 meter dari permukaan laut. Rasa bahagia dan gembira menghapuskan semua lelah perjalanan. Cuaca yang berembun dan sedikit gerimis tidak menyurutkan niat kami untuk menikmati pemandangan dari puncak gunung ini walaupun terhalang oleh kabut. Udara dingin sangat terasa walaupun sebenarnya matahari sudah muncul di ufuk timur tetapi masih malu-malu karena masih berselimut kabut.

Mendaki Batukaru 20

Waktu terus berjalan, mataharipun mulai memancarkan sinarnya mengusir dingin diketinggian puncak gunung Batukaru. Setelah puas menikmati pemandangan dan mengabadikan keindahannya, kamipun mulai beranjak turun meninggalkan puncak Gunung Batukaru. Perjalanan turun terasa lebih cepat daripada perjalanan naik. Keindahan pemandangan dari puncak Gunung Batukaru masih membayangi pikiran kami saat perjalanan turun. Sungguh merupakan suatu anugerah Tuhan yang luar biasa, gunung disamping sebagai tempat yang disucikan bagi umat Hindu di Bali, juga menjadi tempat yang menyediakan keindahan dan hutannya menjadi penyangga air hujan dan penyejuk alam sekitarnya.

Mendaki Batukaru 07

Siang menjelang sore kami sampai kembali di rumah Pan Wirning. Dan sungguh merupakan suatu kehormatan yang luar biasa bagi kami, karena keluarga Pan Wirning telah menyiapkan hidangan makan saat kami tiba di rumah beliau. Kami hanya bisa mengucapkan terima kasih kepada Pan Wirning sekeluarga karena disamping suguhan makan dan minum, malam itupun kami bermalam lagi di rumah beliau.

Mendaki Batukaru 19

Setelah sempat istirahat sebentar, sore hari kami minta ijin untuk mengunjungi rumah Sarinah Ayu, gadis dari Desa tengkudak yang baru kami kenal kemarennya. berjalan kaki dari desa Wongaya Gede ke Desa Tengkudak menjadi pilihan karena memang sarana transportasi terbatas. Setelah berjalan kaki cukup jauh akhirnya kami sampai di rumah Sarinah Ayu, namun ternyata Sarinah Ayu sudah berangkat ke kota. Ahh, kaki terasa lemas.

Mendaki Batukaru 14

Keesokan harinya kami melanjutkan perjalanan menuju Kota Singaraja. Dengan mengendarai Isuzu kami menuju kota Singaraja untuk mengunjungi Taman Makam Pahlawan Curastana. Selanjutnya menuju Gedong Kirtya – musium tempat penyimpanan lontar-lontar kuno. Setelah makan siang di salah satu warung di kota Singaraja, perjalanan pulang ke Karangasem melewati Air Sanih dan mampir untuk berenang. Petualangan diakhiri dengan menikmati sejuknya kolam Air Sanih.

Mendaki Batukaru 02 Mendaki Batukaru 13

Terima kasih kepada Pan Wirning dan keluarga atas semua kebaikannya menyediakan makan, minum dan tempat tidur selama kami berada di Desa Wongaya Gede.

Dipublikasi di adventure tour, mendaki gunung, wisata petualangan | Tag , , | Meninggalkan komentar

Trekking – Hiking – Snorkeling ke Bukit Asah, Virgin Beach & Jemeluk Bay Amed

Perjalanan hari ini terasa agak padat karena harus mengunjungi 3 tempat dalam 1 hari. Perjalanan dimulai dari jam 03:30 Wita, berangkat dari Kuta menuju ke bagian timur pulau Bali, yaitu ke sebuah desa di Kabupaten Karangasem yang disebut sebagai bukit Asah. Bukit Asah ini sudah cukup terkenal dikalangan anak muda Bali, karena tempat ini biasanya dipakai sebagai tempat kemah.

IMG_6561 IMG_6574

Menemukan lokasi bukit Asah ini tidaklah terlalu sulit, hal ini dikarenakan bukit Asah ini sudah sangat terkenal. Setiap harinya selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan baik domestik maupun asing. Satu-satunya kesulitan kita adalah karena jalan menuju bukit Asak ini masih berupa jalan tanah yang berdebu dan sedikit menanjak untuk sampai di parkiran. Setelah sampai di parkiran, kita akan berjalan kaki kurang lebih 1 km menuju ke tempat dengan pemandangan yang menakjubkan.

IMG_6648 IMG_6566

Pemandangan alam yang didominasi laut dan tebing di bukit Asah ini akan menghapus rasa capek dan lelah. Lebih-lebih jika kita berkesempatan untuk melihat sunrise, rasa lelah akan terbayar lunas dengan indahnya matahari terbit di ufuk timur. Namun sayangnya, dalam perjalanan kali ini kami tidak bisa melihat sunrise dikarenakan agak terlambat sampai di lokasi.

IMG_6629 IMG_6756

Pemandangan di sebelah kiri maupun di sebelah kanan bukit Asah ini sangat indah. Di sebelah baratnya kita bisa melihat tebing yang langsung bersentuhan dengan air laut, sementara di sebelah timur kita bisa melihat Virgin Beach. Kalau kita bisa datang lebih pagi, maka matahari terbit akan menyambut kita di ufuk timur, sedangkan jika kita datang pada sore hari, sambil memasang tenda untuk kemah, kita bisa menyaksikan indahnya sunset di ujung barat. Bukit Asah, sungguh merupakan anugerah Tuhan yang sangat indah.

IMG_6677 IMG_6644

Setelah puas mengabadikan keindahan pemandangan Bukit Asah, perjalanan dilanjutkan menuju Pantai Virgin atau Virgin Beach. Virgin beach bukanlah merupakan tempat wisata yang asing bagi sebagian wisatawan. Walaupun tempatnya sangat tersembungi, tetapi karena sudah banyak turis asing yang mengunjungi tempat ini, tidaklah terlalu sulit menemukannya. Hanya berjalan kurang lebih 5 menit dari parkiran, kita akan menemukan pantai berpasir putih yang sangat halus diapit oleh 2 buah bukit di sebelah barat dan sebelah timurnya. Kedua buah bukit ini menjadikan pantai ini semakin layak untuk dikunjungi karena membuatkan semakin tersembunyi.

IMG_6807 IMG_6675

Walaupun namanya Virgin Beach, tetapi sesungguhnya pantai ini tidaklah masih perawan beneran, karena sudah banyak sekali wisatawan baik domestik maupun asing yang sudah pernah menjamahnya. Cafe-cafe yang berdiri di bibir pantai ini semakin memanjakan para pengunjung untuk terus betah berjemur ataupun bersantai menikmati sejuknya angin laut dan suara ombak yang memecah kesunyian dan keperawanan pantai ini.

IMG_6766

Setelah sempat menikmati segernya air kelapa muda, kami beranjak untuk meneruskan perjalanan menuju desa Jemeluk Amed untuk menikmati indahnya pemandangan bawah laut pantai Jemeluk Amed. Dari Virgin beach dapat dijangkau dalam 1 jam perjalanan menuju desa Jemeluk.

IMG_6887 IMG_6776

Bali memang menyimpan sejuta pesona keindahan. Pantai Jemeluk desa Amed, disamping dikenal sebagai tempat snorkeling dan diving, juga memiliki pemandangan yang indah. Naik sedikit ke arah perbukitan, kita akan dapat menyaksikan pemandangan hamparan pantai Jemeluk dihiasi perahu-perahu tradisional.

1436593028286 IMG_20150711_112123

Sore hari akhirnya kami meninggalkan pantai Jemeluk setelah sempat menikmatai keindahan bawah laut yang menakjubkan. Bali memang tidak pernah bikin bosan pengunjungnya. Terima kasih kepada semua yang telah terlibat dalam trip kali ini. Sampai ketemu dalam trip berikutnya, menyusuri keindahan pantai dan pulau Lembongan.

Dipublikasi di adventure tour, pantai di bali, perjalanan wisata alam | Tag , , | Meninggalkan komentar

Soft Trekking Bukit Kehen, Pesona Panorama Tiga Gunung

Setelah sempat vacum sekian lama (hampir 3 bulan), akhirnya wisata menyusuri alam alias trekking terealisasi lagi. Trekking kali ini terasa lebih istimewa karena ada tambahan 2 orang peserta baru dan dua-duanya peng-hobby wisata alam, dua-duanya full power juga saat trekking.

IMG_6172 IMG_6170

Trekking kali ini mengambil lokasi di Kabupaten Bangli, tepatnya di Bukit Kehen yaitu sebuah perbukitan di belakang pura Kehen. Perjalanan ke Bukit Kehen ini bisa ditempuh dalam 1,5 jam perjalanan ke arah timur dari Denpasar. Seperti biasa, sebelum mulai trekking, mesti disempatin dulu buat mengisi perut di pagi hari biar trekking lebih dapat powernya. Sate dan soup kepala ikan menjadi pilihan, di sebuah warung di pantai Lebih Gianyar.

IMG_6165 IMG_6387

Perjalanan Trekking di awali dari sebuah rumah seorang sahabat di sebelah timur Kota Bangli. Setelah memarkir kendaraan, perjalanan menyusuri jalanan setapak pun dimulai. Pohon-pohon yang rindang di kiri kanan jalan menjadi penyejuk udara di siang hari yang cukup panas.

IMG_6185 IMG_6183

Sepanjang perjalanan kita melewati pohon-pohon yang kelihatannya unik, ada juga sumber air bersih yang biasa dipakai sebagai tempat mandi ataupun untuk keperluan air bersih oleh penduduk setempat dan ada juga tempat yoga yang dimiliki oleh penduduk setempat. Kawasan tempat ini memang sangat sejuk sehingga sangat cocok untuk dijadikan sebagai tempat meditasi ataupun yoga. Tempat yang jauh dari keramaian ini bisa dijadikan sebagai tempat untuk mendamaikan pikiran khususnya bagi mereka yang tinggal di perkotaan.

IMG_6175 IMG_6272

Setelah melewati sumber mata air bersih, jalanan mulai terasa agak menanjak. Perlahan terik matahari pun mulai menyengat tubuh. Kaki yang tadinya terasa kekar kini mulai terasa agak kaku untuk melangkah. Jalan setapak di pinggir tebing menjadikan adrenalin terasa naik, tetapi melihat semangat teman-teman khususnya yang cewek-cewek begitu bersemangat, terasa malu kalau harus mengeluh.

Tanjakan-tanjakan kecil di sepanjang perjalanan menuju puncak mengharuskan kita untuk saling bantu satu dengan yang lain. Pemandu yang ada paling depan pun harus mengulurkan tangganya untuk membantu teman-teman yang kesulitan melewati medan yang mulai terasa terjal.

IMG_6227 IMG_6217

Perjalanan melelahkan inipun akhirnya mencapai puncaknya saat pemandangan tiga buah gunung yang begitu indah mulai terlihat. Panorama tiga Gunung yaitu Gunung Agung, Gunung Abang dan Gunung Batur yang sangat menakjubkan ini telah menghapus rasa capek dan lelah. Menikmati keindahan pemandangan alam yang hijau menjadi suguhan yang takkan terlupakan. Mengabadikan keindahan ini dengan mengambil beberapa photo tentunya adalah sebuah keniscayaan agar ada sebuah memori sebagai bukti langkah kaki menuju puncak Bukit Kehen.

IMG_6339 IMG_6324 IMG_6340 IMG_6334 IMG_6351IMG_6337

Terima kasih kepada pak Ketut Suastika yang telah memandu dengan kesabarannya untuk mendaki menuju puncak bukit Kehen. Sampai jumpa pada petualangan berikutnya.

IMG_6247 IMG_6374

Dipublikasi di adventure tour, mendaki gunung, perjalanan wisata alam, trekking, wisata petualangan | Tag , , | Meninggalkan komentar

Air Terjun Blemantung – Keindahan Yang Tersembunyi

Bali memang mempesona dunia. Keindahan alam, keaneragaman budaya dan adat istiadat, menjadikan Bali memiliki daya tarik yang luar biasa. Tetapi, tahukah anda bahwa masih banyak alam Pulau Bali yang indah yang belum pernah dijamah oleh wisatawan baik wisatawan asing maupun wisatawan domestik? Bali memiliki gunung yang indah, pantai yang indah, laut yang bersih, danau yang indah, pemandangan sawah bertingkat yang indah dan masih banyak lainnya.

 blemantung_20 blemantung_19

Hari Minggu ketiga di bulan Januari kemaren, kami kembali melakukan wisata petualangan untuk mengeksplorasi keindahan alam pulau Bali yang masih asri dan belum terjamah oleh hiruk pikuknya pariwisata. Kami menyusuri Bali bagian barat untuk melihat alam yang masih asri dan sejuk untuk me-refresh kejenuhan akibat rutinitas sehari-hari.

blemantung_18 blemantung_17

Berangkat dari Kuta, tepatnya dari kantor Dekadi Tour jam 08:30, diawali dengan menjemput beberapa anggota team adventure lainnya, kemudian melanjutkan perjalanan menuju arah barat Pulau Bali menyusuri jalan dari Denpasar ke arah Kota Tabanan dan selanjutnya menuju ke desa Pujungan.

blemantung_15 blemantung_16

Sepanjang perjalanan setelah melewati pertigaan menuju Pupuan, tergambar indah lukisan tangan Tuhan yang menakjubkan. Pemandangan sawah bertingkat (rice terrace) dan jalan yang sejuk karena memang cuaca agak mendung, menjadikan perjalanan petualangan kali ini terasa begitu indah. Berhenti di pinggir jalan sembari mengabadikan moment indah pemandangan sawah tidak bisa dielakkan. Terlihat jelas keceriaan para petualang pemburu keindahan alam saat mengabadikan dirinya dalam jepretan kamera digital.

blemantung_14 blemantung_13 blemantung_12

Memasuki desa Pujungan, kami sempat kebingungan untuk mencari lokasi Air Terjun Blemantung. Setelah bertanya kepada penduduk setempat yang kebetulan adalah seorang pemandu lokal, kamipun akhirnya diantar menuju lokasi air terjun. Menyusuri jalan setapak (setapak mobil – karena hanya bisa dilalui satu arah) yang berbatu, menanjak dan menurun, di kiri kanan pepohonan benar-benar adalah sebuah petualangan yang menakjubkan.

blemantung_11 blemantung_10 blemantung_07

Setelah mengendarai mobil kurang lebih 15 menit dari jalan utama, kami akhirnya sampai di tempat yang cukup luas untuk memarkir mobil. Kamipun bersiap-siap melangkahkan kaki menuju lokasi air terjun Blemantung. Menurut Guide yang mengantar kami, untuk mencapai lokasi air terjun kami harus menyusuri jalanan berbatu dan licin sepanjang kurang lebih 500 meter.

blemantung_09 blemantung_08

Hujan yang mulai mengguyur desa Pujungan sejak pagi hari, tidak menyurutkan langkah kami yang sudah mantap untuk mengunjungi air terjun yang masih belum banyak dikunjungi oleh wisatawan ini. Jalan yang sempit, berbatu dan licin serta hujan membuat kami sedikit kesulitan untuk melangkahkan kaki menuju lokasi.

blemantung_06 blemantung_05

Setelah berjalan kurang lebih satu jam, kami akhirnya sampai di lokasi air terjun Blemantung. Pakaian yang basah terguyur hujan dan kaki yang pegal terobati oleh penampakan air terjun dari jarak 100 meter. Perlahan-lahan kami mulai mendekat dan setelah menyusuri aliran sungai dari air terjun Blemantung ini, kami akhirnya sampai di lokasi air terjun setinggi lebih dari 50 meter ini. Sementara penulis asik mengabadikan photo-photo air terjun ini, teman-teman yang lain asyik berenang menikmati air terjun yang bening. Kegembiraan dan kebahagiaan menghilangkan rasa dingin air terjun Blemantung yang mengguyur tubuh.

blemantung_04 blemantung_03

Air Terjun Blemantung benar-benar masih asri, belum banyak dikunjungi oleh wisatawan baik domestik maupun asing. Sebuah keindahan Anugerah Tuhan yang Tersembunyi. Terima kasih kepada Dekadi Tour – www.dekadibali.co.id yang memfasilitasi mobil untuk mengunjungi Air Terjun Blemantung.

blemantung_02 blemantung_01

Dipublikasi di adventure tour, air terjun, perjalanan wisata alam | Tag , , | Meninggalkan komentar