Trekking ke Gunung Batukaru dan Singaraja Sightseeing

Tulisan ini untuk mendeskripsikan kembali perjalanan 25 tahun yang lalu, tepatnya di bulan Juni 1990. Perjalanan dimulai dari sebuah kota di ujung paling timur pulau Bali, yaitu dari kota Amlapura. Saat itu, kota Amlapura mungkin belum seramai saat ini dimana moda transportasi saat itu masih didominasi oleh angkutan umum seperti Bemo – untuk angkutan penumpang dalam kota, Isuzu (kami menyebutnya Isuzu sesuai merk kendaraannya) dan bus untuk angkutan penumpang antar kabupaten atau antar kota di Bali.

Mendaki Batukaru 12 Mendaki Batukaru 11

Kami berangkat di pagi hari dari kota Amlapura dengan naik kendaraan umum Isuzu menuju terminal Batu Bulan. Sejujurnya, beberapa dari kami baru pertama kali keluar kota Amlapura untuk pergi ke kota Denpasar. Ibarat katak yang baru dilepaskan dari tempurung, dunia terasa begitu luas dan walaupun ada sedikit rasa khawatir namun senda gurau sepanjang perjalanan menghapus rasa khawatir itu.

Mendaki Batukaru 09 Mendaki Batukaru 03

Dari terminal Batu Bulan, kami berganti kendaraan umum untuk menuju terminal Ubung, yaitu terminal yang menghubungkan antar kota dalam propinsi. Dari terminal Ubung, perjalanan dilanjutkan dengan kembali menumpang isuzu menuju ke terminal Kota Tabanan. Wow,,, cukup panjang perjalanan untuk menuju Gunung Batukaru, karena dari kota Tabanan kami mesti naik kendaraan umum lagi.

Mendaki Batukaru 06 Mendaki Batukaru 07

Sebelum melanjutkan perjalanan, di terminal Kota Tabanan kami menyempatkan diri untuk berkeliling sejenak sambil membeli beberapa makanan ringan (hehehe, agak keren bahasanya, “makanan ringan” – duit dari mana, paling juga waktu itu bisanya cuma beli ketela rebus atau kacang rebus). Tapi, justru disinilah dimulai serunya petualangan saat itu. Saat naik ke dalam bemo (angkot) kami sempat berkenalan dengan seorang gadis cantik nan ayu yang juga penumpang bemo dengan tujuan yang sama. Namanya Sarinah Ayu, lengkapnya Ni Nengah Sarinah Ayu. Konon, nama Sarinah Ayu diberikan oleh ayahnya karena terinspirasi oleh nama sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta.

Mendaki Batukaru 10 Mendaki Batukaru 05

Perjalanan panjang yang melelahkan naik angkutan umum dari kota Amlapura sampai di Kota Tabanan perlahan sirna saat mulai asyik berbincang dengan Sarinah Ayu, yang ternyata adalah siswa kelas 2 di salah satu SMA di Kota Tabanan. Setelah sempat ngetem sebentar di terminal Tuak Ilang, bemo yang kami tumpangi mulai melanjutkan perjalanan menuju desa Wongaya Gede, Penebel Tabanan. Sebelum sampai di terminal Wongaya, bemo berhenti untuk menurunkan Sarinah Ayu di depan rumahnya di desa Tengkudak, Penebel. Kamipun sempat berjanji untuk main ke rumahnya Sarinah Ayu.

Mendaki Batukaru 01 Mendaki Batukaru 18

Sekitar jam 17:00 sampailah kami di Desa Wongaya Gede tepatnya di rumah Pan Wirning yang masih merupakan kerabat dari Kardadi yang pada saat itu juga ikut dalam misi pendakian ke Gunung Batukaru. Kami disambut dengan ramah oleh Pan Wirning dan keluarga. Kami menginap di rumah Pan Wirning karena pendakian baru akan dimulai keesokan harinya.

Mendaki Batukaru 15 Mendaki Batukaru 08

Keesokan harinya, pukul 03:00 dini hari kami bersiap-siap untuk berangkat memulai pendakian ke Gunung Batukaru. Dengan ditemani oleh Pan Wirning, kami mulai mengayunkan langkah menyusuri jalanan menanjak menuju puncak Gunung tertinggi kedua di Bali. Sebelum memantapkan langkah menuju Puncak Gunung Batukaru, kami melakukan persembahyangan bersama di Pura Batukaru untuk memohon keselamatan dipimpin langsung oleh Pan Wirning yang sekaligus juga merupakan pemangku di Pura Batukaru.

Mendaki Batukaru 16 Mendaki Batukaru 17

Selanjutnya kami mulai menyeberangi sungai kecil dengan airnya yang bersih menyusuri jalanan menanjak yang dipenuhi oleh pepohonan tropis sepanjang kiri dan kanan jalan setapak. Setelah hampir 4 jam perjalanan, kami akhirnya sampai di puncak gunug setinggi 2.275 meter dari permukaan laut. Rasa bahagia dan gembira menghapuskan semua lelah perjalanan. Cuaca yang berembun dan sedikit gerimis tidak menyurutkan niat kami untuk menikmati pemandangan dari puncak gunung ini walaupun terhalang oleh kabut. Udara dingin sangat terasa walaupun sebenarnya matahari sudah muncul di ufuk timur tetapi masih malu-malu karena masih berselimut kabut.

Mendaki Batukaru 20

Waktu terus berjalan, mataharipun mulai memancarkan sinarnya mengusir dingin diketinggian puncak gunung Batukaru. Setelah puas menikmati pemandangan dan mengabadikan keindahannya, kamipun mulai beranjak turun meninggalkan puncak Gunung Batukaru. Perjalanan turun terasa lebih cepat daripada perjalanan naik. Keindahan pemandangan dari puncak Gunung Batukaru masih membayangi pikiran kami saat perjalanan turun. Sungguh merupakan suatu anugerah Tuhan yang luar biasa, gunung disamping sebagai tempat yang disucikan bagi umat Hindu di Bali, juga menjadi tempat yang menyediakan keindahan dan hutannya menjadi penyangga air hujan dan penyejuk alam sekitarnya.

Mendaki Batukaru 07

Siang menjelang sore kami sampai kembali di rumah Pan Wirning. Dan sungguh merupakan suatu kehormatan yang luar biasa bagi kami, karena keluarga Pan Wirning telah menyiapkan hidangan makan saat kami tiba di rumah beliau. Kami hanya bisa mengucapkan terima kasih kepada Pan Wirning sekeluarga karena disamping suguhan makan dan minum, malam itupun kami bermalam lagi di rumah beliau.

Mendaki Batukaru 19

Setelah sempat istirahat sebentar, sore hari kami minta ijin untuk mengunjungi rumah Sarinah Ayu, gadis dari Desa tengkudak yang baru kami kenal kemarennya. berjalan kaki dari desa Wongaya Gede ke Desa Tengkudak menjadi pilihan karena memang sarana transportasi terbatas. Setelah berjalan kaki cukup jauh akhirnya kami sampai di rumah Sarinah Ayu, namun ternyata Sarinah Ayu sudah berangkat ke kota. Ahh, kaki terasa lemas.

Mendaki Batukaru 14

Keesokan harinya kami melanjutkan perjalanan menuju Kota Singaraja. Dengan mengendarai Isuzu kami menuju kota Singaraja untuk mengunjungi Taman Makam Pahlawan Curastana. Selanjutnya menuju Gedong Kirtya – musium tempat penyimpanan lontar-lontar kuno. Setelah makan siang di salah satu warung di kota Singaraja, perjalanan pulang ke Karangasem melewati Air Sanih dan mampir untuk berenang. Petualangan diakhiri dengan menikmati sejuknya kolam Air Sanih.

Mendaki Batukaru 02 Mendaki Batukaru 13

Terima kasih kepada Pan Wirning dan keluarga atas semua kebaikannya menyediakan makan, minum dan tempat tidur selama kami berada di Desa Wongaya Gede.

Iklan

Tentang Dekadi Tour

Alam selalu memberikan kita keindahan dan kenyamanan, karena itulah aku selalu merasa nyaman saat berada di alam terbuka yang penuh kehijauan,,,
Pos ini dipublikasikan di adventure tour, mendaki gunung, wisata petualangan dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s