Napak Tilas – Melacak Jejak Perjalanan Para Pahlawan Kusuma Bangsa

Hari ini 15 Agustus 2015, tepat 26 tahun yang lalu, saat kami rombongan pecinta alam dari Smansaka ikut berpartisipasi dalam acara Napak Tilas melacak Jejak Perjalanan Pahlawan I Gusti Ngurah Rai dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-44.

Napak Tilas 01 Napak Tilas 06

Para peserta Napak Tilas berkumpul di depan kantor Bupati Karangasem tepatnya di Lapangan Tanah Aron untuk berangkat secara bersama-sama menuju Tugu Tonggak Perjuangan  Dusun Pemuteran Desa Pempatan Kecamatan Rendang. yang merupakan wilayah paling barat Kabupaten Karangasem.

Rute Napak Tilas dimulai dari Dusun Pemuteran menyusuri jalanan setapak yang merupakan jalan yang sempat dilalui oleh para pahlawan pada masa perjuangan. Setelah berjalan beberapa jam, rombongan kemudian melewati Pura Besakih dan selanjutnya menuju penginapan di sebuah SD di Desa Sebudi, Selat. Perjalanan panjang menyusuri sungai, lembah dan perbukitan terasa menguras keringat tetapi semangat untuk mengikuti jejak para pahlawan tetap berkobar dalam diri setiap peserta.

Napak Tilas 02 Napak Tilas 03

Sore hari sampailah kami di sebuah SD di Desa Sebudi. Udara dingin di malam hari tidak cukup kuat untuk mengusik tidur kami di malam pertama acara napak tilas perjalanan I Gusti Ngurah Rai. Keesokan harinya perjalanan dilanjutkan menuju Pura Laga yang merupakan tempat bermalam kedua sebelum melanjutkan perjalanan menuju Lapangan Tanah Aron Karangasem untuk mengikuti upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1989.

Napak Tilas 08 Napak Tilas 07

Menurut catatan sejarah, dalam masa perjuangan Karangasem, puluhan pejuang gugur dalam pertempuran Tanah Aron dengan pasukan Ciung Wanara yang kini diabadikan sebagai Nama Tugu Pahlawan Ciung Wanara Amlapura, serta gugurnya salah satu tokoh pejuang Anak Agung Made Candrabuana yang keharuman namanya diabadikan dengan nama Lapangan Candrabuana.

Napak Tilas 05

Perjalanan ekspedisi kearah Timur dari pasukan I Gusti Ngurah Rai yang dikenal dengan nama Ciung Wanara dalam berjuang menentang Belanda pasca mendaratnya Kapal-Kapal Belanda di Pantai Sanur, berpuncak dalam pertempuran di Bukit Tanah Aron hingga ke wilayah sekitarnya. Sejumlah pahlawan tak dikenal serta tokoh pahlawan Karangasem lainnya juga gugur, mengiringi kepergian Tokoh Pahlawan Nasional Kolonel I Gusti Ngurah Rai.

Napak Tilas 04

Tanggal 17 Agustus 1989 pagi hari sebelum upacara peringatan detik-detik proklamasi dilaksanakan, kami tiba kembali di lapangan Tanah Aron di depan Kantor Bupati Karangasem. Rasa senang, bangga dan bahagia bercampur jadi satu menggetarkan tubuh. Betapa tidak, perjalanan selama 3 hari 2 malam melacak Jejak Para Pahlawan Pejuang Kemerdekaan menyusuri hutan, lembah dan perbukitan berselimut dingin telah membuat rasa capek dan lelah, namun tidak sebanding dengan apa yang telah dilakukan oleh para pahlawan yang mengorbankan JIWA dan RAGAnya demi kemerdekaan Indonesia.

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA YANG KE 70.

“Jika mahluk paling kecil adalah semut, maka saya hanyalah seper seribunya atau bahkan jauh lebih kecil karena saya belum melakukan apa-apa untuk negeri ini”.

Iklan

Tentang Dekadi Tour

Alam selalu memberikan kita keindahan dan kenyamanan, karena itulah aku selalu merasa nyaman saat berada di alam terbuka yang penuh kehijauan,,,
Pos ini dipublikasikan di adventure tour, perjalanan wisata alam, petualangan sejarah dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s