Renungan – MULAT SARIRA

Keheningan pagi ini seolah membisikkan sesuatu, menyadarkan dari lamunan untuk bangkit berdiri dan mulai melangkah ke depan. Sibuk mencari sebab dari sebuah akibat yang sudah terjadi dan kemudian menyalahkan masa lalu dan semua yang terlibat di dalamnya, bukanlah sebuah tindakan yang bijaksana.

Ada baiknya kita mulai MULAT SARIRA untuk menemukan Jati Diri dan mengenal Diri Sendiri. Hal ini sering kita lupakan, sehingga kita tidak menemukan JATI DIRI dan tidak MENGENAL SIAPA DIRI KITA. Sama seperti memegang resep medis dari seorang dokter ahli, tapi kita tidak mengambil obatnya, apalagi meminumnya. Ini menyebabkan kondisi yang semakin memprihatinkan.

Mengenali diri sendiri terlebih dahulu sebelum mengenali orang lain, karena ketika kita mengenali diri kita, kita akan senantiasa melihat kelebihan dan kekurangan, yang justru merupakan langkah awal bagi kita untuk berbenah. Seperti filosofi daun yang gugur karena angin, bukan karena angin yang sepoi-sepoi ataupun kencang, tetapi karena daun hanyalah daun, yang ketika waktunya nanti akan gugur dan kembali pada ibu pertiwi.

MULAT SARIRA, sebuah istilah yang sering dipakai oleh masyarakat Bali, yang artinya kurang lebih sebuah ajakan bagi seluruh umat manusia, terlepas dari perbedaan latar belakang agama, status sosial, ras, ideologi politik dan ekonomi untuk “kembali ke akarnya dan menemukan dirimu”. Banyak orang lebih mudah melihat kesalahan orang lain dibandingkan melihat lebih dalam dirinya sendiri. Ketika hal ini kita sadari, banyak sekali rasanya kita melewatkan setiap detik yang berharga untuk sebuah introspeksi diri.

Bahwa bagian terpenting dari hidup ini adalah menemukan jalan untuk menuju kepada tujuan yang sudah ditetapkan, bukan lagi melihat ke belakang karena hanya akan menguras energi untuk sesuatu yang sia-sia.

Iklan

Tentang Dekadi Tour

Alam selalu memberikan kita keindahan dan kenyamanan, karena itulah aku selalu merasa nyaman saat berada di alam terbuka yang penuh kehijauan,,,
Pos ini dipublikasikan di Cerita Motivasi, pura di bali, Renungan, Uncategorized, wisata spiritual di bali. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s